Senin, 05 Februari 2018

Peluang dan Tantangan Pengusaha Menghadapi Perkembangan Teknologi

BISNISRIAU Memasuki 2018, digital disruption atau disrupsi digital telah melanda ke hampir semua sektor usaha dengan segenap implikasinya. Perkembangan teknologi digital tersebut tidak hanya memberikan dampak positif langsung terhadap pelaku usaha, tapi juga menyita tenaga untuk dapat beradaptasi.

Pengamat Ekonomi dari Universitas Indonesia, Chatib Basri mengatakan, teknologi digital mampu memberikan informasi tanpa menaikan harga transaksi. Alasannya salah satu penyebab tingginya biaya transaksi adalah hambatan dalam komunikasi.

"Persoalannya, teknologi digital datang bukan hanya dengan manfaat. Ada juga potensi persoalan seperti waktu untuk beradaptasi, penurunan lapangan kerja, dan perlunya keterampilan baru," ujar dia di seminar 'Disrupsi Digital: Peluang dan Tantangan' di Hotel Ritz Charlton, Jakarta, Senin (5/2/2018).

Mengutip George A. Akerlof, Chatib menuturkan bahwa pasar tak selamanya efisien karena informasi tidak merata. "Jika informasi tidak merata, maka ada risiko transaksi ataupun mekanisme pasar yang tak terjadi. Kekhawatiran ini terjawab oleh teknologi digital," ucap mantan Menteri Keuangan itu.

Sementara itu, Direktur Bank Tabungan Pensiunan Nasional (BTPN), Kharim Indra Gupta Siregar mengatakan, fenomena digital menawarkan dua pilihan kepada pelaku usaha, yaitu beradaptasi sekarang juga atau menunda perubahan dan tersapu oleh persaingan.

"Masalahnya, untuk melakukan proses transformasi, prosesnya tidak mudah dan tidak murah. Program transformasi itu bukan cuma butuh keberanian, tapi juga kecepatan dalam mengeksekusi. Yang tidak kalah penting, digitalisasi juga memerlukan biaya yang tidak sedikit," ungkapnya.

Kharim melanjutkan, BTPN menghadapi transformasi digital dengan melakukan dua hal, yakni menciptakan produk-produk inovatif berbasis digital, dan melakukan transformasi bisnis dengan konsep customer-centric.

"Kita mengalokasikan investasi cukup besar untuk belanja teknologi digital atau IT, infrastruktur, dan menganggarkan biaya operasional untuk melatih karyawan kami agar bisa beradaptasi dengan transformasi ini," pungkas dia.

Sumber: liputan6.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar