Bisnis Riau, JAKARTA – Pasca disetujui aksi korporasi private placement, perusahaan jasa angkutan kimia PT Sidomulyo Selaras Tbk (SDMU) terus mengejar ekspansi bisnis. Pada tahun ini, perseroan berharap bisa mendapatkan kontrak baru. Saat ini, perusahaan tengah melakukan penjajakan dengan salah satu perusahaan multinasional.
Erwin Hardiyanto, Direktur Keuangan SDMU menyampaikan, sektor yang dibidik masih bergerak di sektor minyak dan kimia. Saat ini porsi pendapatan masih ditopang sektor kimia sebesar 65%-70%, dan sisanya berasal dari minyak. “Baru mau mulai tendernya, belum tau finalnya kapan, saya belum tahu dapat atau enggak? Kan kontrak baru ini baru mau ikut," ujarnya di Jakarta, kemarin.
Erwin belum menjelaskan kontrak baru yang tengah dibidik. Yang jelas, menurutnya, kontrak yang didapatkan umumnya berdurasi 3-5 tahun. Untuk mempersiapkan kontrak baru, perusahaan menyiapkan 24 armada baru. Saat ini, utilisasi armada SDMU baru menyentuh level 70%-75%. Artinya masih cukup luwes untuk bisa mengakomodasi kontrak baru.
Dia menambahkan, saat ini prosesnya maih terlalu awal, perusahaan mengatakan bahwa proses tender akan memakan 3-4 bulan. “Tahun lalu ada cuma perpanjangan (kontrak) saja, eksisting klien kami ada 40 perusahaan minyak dan kimia. Total kontrak dari kimia itu sekitar 65%-70%, sisanya minyak," imbuhnya.
Selain itu, perseroan juga mengungkapkan menunda rencana diversifikasi usaha ke sektor pergudangan. Sebelumnya, perusahaan berencana ekspansi ke pusat logistik di Tangerang yang akan diberi nama Maritime Industrial City. Dirinya memastikan rencana itu belum akan terealisasi pada tahun ini, karena prosesnya masih tahap awal dan butuh kajian mendalam. Selain itu pembahasan dengan calon partner dan due dilligence juga masih berlangsung. “Itu belum masih dalam tahap penggodokan, tahun ini belum. Kami mau fokus ke pengangkutan saja, belum ke situ (diversifikasi)," ujarnya.
Sebelumnya, proyek tersebut digadang-gadang menjadi sumber pendapatan baru di luar bisnis logistik. Apalagi rencana logistic center tersebut juga akan dilengkapi dengan pelabuhan untuk distribusi chemical storage tank milik perusahaan. Catatan Kontan, sejak tahun 2016, perushaaan sudah mengakuisisi lahan seluas 350 hektare di Tangerang, Banten. Dari bisnis barunya tersebut perusahaan bahkan berharap kontribusi pertumbuhan bisa 200%.
Namun Erwin menyampaikan belum akan mengembangkan proyek tersebut dalam waktu dekat. "Sektor baru belum, kami survive dulu di sini. Kami coba (garap) ternyata belum cocok tetapi kalau ada peluang dan possible ya kami kerjakan. Masing kemungkinan (logistic center) tetapi belum pastiin, masih due dilligence," ucapnya.
Tahun ini, perseroan melaksanakan penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (PMTHMETD) atau private placement. Melalui aksi ini, perusahaan akan mendapat dana segar sekurang-kurangnya Rp 30,74 miliar. Perusahaan berencana menerbitkan saham dalam simpanan sebanyak-banyaknya 10% dari seluruh saham yang ditempatkan dan disetor penuh, dalam waktu dua tahun setelah agenda private placement ini disetujui.
Sumber : okezone.com


Tidak ada komentar:
Posting Komentar